|
 |
 |
|
|
 |
DI TAHUN AYAM, RUPIAH JADI AYAM PANGGANG PERTAMA
US$-Rupiah tembus level psychologis 10,000. Bahkan terus ke 10,450 sebelum turun lagi ke 10,370. Andaikata anda mengikuti saran saya sejak awal tahun 2005, maka anda sudah bersiap bahwa US$ akan menembus Rp 10,000 dalam tahun ayam panggang 2005. Padahal waktu itu, pada awal tahun BI, melalui Miranda Gultom di CNBC (kalau tidak salah) masih bilang inflasi masih rendah. Dan atas ucapan BI itu Imam Semar berkata: “Ciak say laaa”. Bank Indonesia, katanya, sekarang menaikkan suku bunga untuk memperlambat terjunnya rupiah. Buat saya……, ada penipu kecil, ada penipu besar, ada pengacara, ada politikus di pemerintahan dan ada Cut Zahara Fonna. Penipu kecil dapatnya sedikit dan beresiko masuk penjara. Penipu besar dapatnya banyak. Pengacara kalau membela klien yang salah, akan memelintir kebenaran dan untuk itu dia dapat duit dan tidak pernah dipenjara karena profesinya. Politikus di pemerintahan, sudah menipu, digaji dan disanjung sampai mati dikenang sebagai pahlawan dan namanya diabadikan. Cut Zahara Fonna....., ha ini orang Aceh yang bisa menipu politikus habis-habisan. Dalam mengadakan perjanjian perdamaian antara pemerintah dan GAM, politikus di pemerintahan harus lebih berhati-hati dengan orang Aceh. Sejarah mengatakan bahwa penipu yang berhasil menipu anggota kabinet awal dekade 70an adalah orang Aceh, Cut Zahara Fonna dengan bayi ajaibnya.
Saya letakkan polikus sebagai penipu terlihai setelah Cut Zahara Fonna, karena kepiawaiannya mencari kambing hitam. Apakata mereka tentang sebab merosotnya nilai rupiah. Karena ulah spekulan. “Pang say lu!!!”. Saya akan kasih contoh kasus di akhir dekade 60, dimana perang Vietnam menguras keuangan US. Waktu itu dollar masih dijamin dengan emas (1 oz emas = US$ 35). Melihat US mesin mencetak US$ berputar dengan kecepatan tinggi dan cadangan emas US jauh di bawah US$ yang beredar, Charles de Gaulle memerintahkan penukaran cadangan US$ dengan emas. Ini diikuti oleh negara-negara serta institusi keuangan lain. Maka dalam waktu singkat cadangan emas di Fort Knox hanya tinggal 1/3 nya. Apakah anda menyebut Charles de Gaulle sebagai spekulan atau sebagai orang yang menghindar dari penipuan? Saya bilang, dia penyelamat hasil jerih payah rakyat Prancis.
Beberapa kenalan saya mengirimkan email ke saya mengucapkan terima kasih atas kiriman peringatan saya akan adanya inflasi. Jebolnya rupiah bukan karena ulah spekulan, tetapi karena ulah pemerintah yang melakukan tindakan kebijakan inflationary (memangnya tindakan itu bijaksana? Saya cenderung mengatakan ke-kotoran, dari pada ke-bijakan). Mereka, teman-teman saya, sudah melakukan hedging terhadap asset mereka dan asset perusahaan mereka.
Kali ini saya akan mengingatkan anda akan adanya kemungkinan krisis. Dan aspek yang akan kita bahas adalah sebagai berikut:
1. Status Dollar, Treasury Bond, Money Supply dan ekonomi US ke depan.
2. Status Rupiah
3. Status Emas.
4. Ekonomi 24 bulan kedepan, Ekonomi Indonesia, Krisis dan Kesempatan - Wei Ji
5. Spekulan property yang akan terpanggang.
Tulisan ini akan saya jadikan 2 seri karena akan banyak chartnya.
Nasib US Dollar dan Rupiah
Chart-1 favorit saya adalah tentang defisit perdagangan US. Dengan defisit perdagangan yang demikian besarnya, sangatlah mengherankan kalau pertumbuhan uang cenderung melambat (Chart-2). Dengan melambatnya pertumbuhan supply uang (MZ), secara tidak langsung mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di US melambat. Defisit berjalan US yang sejajar dengan defisit perdagangan US (terutama dengan Cina dan Jepang) mencerminkan bahwa saat ini konsumsi di US dimotori oleh ekstraksi asset. Dan ekstraksi asset ini tidak lain dari pinjaman rumah.
Rendahnya suku bunga pinjaman beberapa waktu lalu, ketika the Fed menurunkan bunga sampai 1%, memicu booming di sektor property. Harga rumah naik dan kemudian orang melakukan re-financing. Dengan harga rumah yang sudah digembungkan, orang bisa memperoleh pinjaman yang lebih tinggi. Sebagian orang bisa mendapatkan uang dengan refinancing ini tanpa menambah hutangnya karena selisih harga jaminan (rumah) dulu dan sekarang. Ini disebut ekstraksi cicilan rumahnya. Uang inilah yang dipakai untuk konsumsi dan menambal defisit perdagangan. Apakah ini bisa berlangsung terus? Tentu tidak! Saya meragukannya!
Cina dan Jepang yang mengalami surplus perdagangan dengan US mengembalikan kelebihan US$ dengan memborong surat-surat hutang, Treasury Bond (TB). Itu sebabnya yield 10 year TB tidak kemana-mana (Chart-3). Pada saat tulisan ini dibuat, yield 10 yr TB adalah 4.15% - 4.17%. Bayangkan betapa kecilnya spread antara bunga 10 yr TB dengan suku bunga the Fed yang 3.5%. Hanya 0.66% saja. Ini membuat banyak spekulan yang meminjam short term untuk invest long term menjadi terjepit. Mau tidak mau duitnya harus balik kandang. Dan US$ dicari, konsekwensinya US$ menguat (Chart-4) selama 8 bulan ini, terhadap hampir semua mata uang. Dalam Chart-4 adalah terhadap Euro. Indek dollar naik dari kisaran 80 ke 90. Jadi, kurang lebih begitulah rangkaian ceritanya. Catatan: yang sukar dicerna ialah dana surplus perdagangan Cina dan Jepang dengan US, bisa membuat yield hutang jangka panjang tertekan, artinya dana tersebut relatif cukup banyak karena tidak ada yang bermain di pasar hutang. Itu yang bisa kita interpretasikan. Sekali lagi mengarah ke resesi dalam arti tidak banyak perusahaan yang mencari dana melalui pasar hutang (bersaing dengan bond-bond pemerintah) untuk ekspansi perusahaannya. Deflasi? Stagflasi? Inflasi? Apapun namanya, kedepan nampaknya badai sedang terbentuk.
Apakah US$ indeks akan naik lagi? Kemungkinan akan naik lagi, sampai dekat dengan 100 sebelum turun. Lihat Chart-5A. Walaupun mungkin pattern kenaikannya akan berubah dan tidak melalui band yang terbentuk sejak Maret 2005 (Chart-5B), mulai ada sideway.
Turunnya US$ harus terjadi, hanya masalah waktu. Dengan defisit perdagangan yang demikian besar, (rakyat) US harus terus menerus berhutang (tanpa agunan lagi). Mau tidak mau US harus melakukan kompetitif devaluasi, supaya neraca perdagangannya sehat. Apakah usaha ini bisa terjadi? Jawabnya ada di Cina dan Jepang. Sulitnya ialah, kedua negara ini sangat kompetitif dan mati-matian mempertahankan nilai mata uangnya rendah. Coba lihat, ketika Cina dipaksa untuk merevaluasi Yuan. Cina hanya melakukannya setengah-setengah. Hanya 3% saja. Jadi praktis tidak dilakukan.
Ekonomi US tidak kemana-mana. Leading indikator menunjukkan perlambatan ekonomi. Terapi ala Keynesian terhadap resesi ekonomi US dan dunia yang berlangsung sejak 2000, hanya seperti memberi narkotik kepada pasien. Secara internal malah menghancurkan. Saya perkirakan dalam 24 bulan yang akan datang, keadaan sektor ekonomi akan rontok satu persatu. Leading Indikator ekonomi US dan pertumbuhan supply (Chart-2) uang yang terus melambat bukan tanda-tanda yang baik. Resesi di depan kita.
Indonesia juga mengalami boom di sektor otomotif dan property akibat kredit murah selama 3 tahun ini. Dijalan raya, motor dan mobil baru berkeliaran dimana-mana. Tingkat penjualan kendaraan bermotor bisa mencapai Rp 50 trilliyun per tahun. Harga rumah sudah mencapai tingkat yang sangat tidak wajar. Harga rumah di Kuala Lumpur bisa setengah dari harga di Jakarta, padahal pendapatan rakyat Malaysia 4 kali dari Indonesia. Di kedua sektor ini, kredit bubble nampaknya siap untuk pecah. Pemicunya adalah kenaikan suku bunga pinjaman bank. Sekarang masih di level 12%. Bukan tidak mungkin mencapai 20% - 30%, jika nanti BI mau menahan merosotnya nilai rupiah. Tanda-tanda ini sudah nampak.
Booming di sektor otomotif memicu konsumsi BBM yang disubsidi. Akibatnya terjadi kesenjangan antara realita dan rencana APBN 2005 yang asumsinya tidak masuk akal. Padahal untuk mendapatkan asumsi yang masuk akal itu sangat mudah, yaitu dengan meng’klik’ Klubsaham.com, serta tak perlu studi perbandingan ke Eropa. Sektor produksi tidak kemana-mana. Pengangguran masih banyak. Rupiah masih akan terpuruk, paling tidak bisa ke Rp 11,500/US$ (lihat Chart-6A dan 6B). Andaikata level ini dapat ditembus, maka level berikutnya entah dimana. Kemungkinan Indonesia akan mengalami krisis. Masalah ini akan kita bahas dalam cerita yang terpisah. Kombinasi antara sakaw subsidi BBM, membumbungnya harga bahan pangan dalan 24 bulan mendatang akan mendepak Indonesia dalam kubangan krisis baru. Apa ini krisis 10 tahunan? Chancenya cukup besar, saya perkirakan 75% chance Indonesia akan masuk kedalam krisis ekonomi lagi dalam 24 bulan kedepan. Pangan, bahan bakar dan moralitas.
Pelemahan rupiah sudah nampak terhadap semua mata uang “normal”. Maksud saya normal ialah bukan mata uang Banana Republik, seperti Zimbabuwe, tetapi seperti New Zealand, Singapore, Malaysia. Chart 7A sampai 7C menunjukkan bahwa Rp siap-siap ditendang oleh Euro, Yen, Kiwi. Saya suka Kiwi. Tendangannya nampak akan kuat. Pengaruh pemerintah New Zealand yang punya kebiasaan disiplin fiskal yang ketat dan kenaikan harga komoditi pangan akan memberi tenaga tendangan Kiwi yang dahsyat. Potensi 20%-30% gain dalam setahun terhadap rupiah.
Pelemahan bukan karena ulah spekulan, tetapi ulah politus dan ulah rakyat Indonesia secara keseluruhan. Dengan adanya reformasi yang mengarahkan Indonesia lebih demokratis, berakibat memburuknya produktivitas Indonesia. Dengan semakin besarnya peran demokrasi kesempatan bandit dan sampah masyarakat menjadi penentu kebijakan pemerintah semakin besar. Catatan: demokrasi memberi hak yang sama bagi bandit, sampah masyarakat dengan orang yang baik-baik dan produktif. Karena orang yang baik-baik dan produktif biasanya sibuk berkarya maka kurang diwakili di pemerintahan. Dipihak lain para sampah masyarakat, pengangguran, punya banyak waktu untuk menggalang kampanye merebut kursi di pemerintahan. Akibatnya wakil-wakil sampah masyarakat semakin banyak. Itu akan membuat negara ini mengarah pada kehancuran.
Status Emas dan Uang Sejati
Target harga emas – uang sejati, dinar - US$ 500/oz yang saya ramalkan di awal 2005 masih berlaku. Paling tidak kalau meleset maka terget ini mungkin akan dicapai pada 1Q2006. Hanya 5% chance kejadian itu melewati 1Q2006. Tanda-tanda ke arah itu sudah nampak (Chart-8A dan 8B). Saya dulu, diawal tahun, tidak mengharap terjadinya bentuk bendera dan harga emas harus men-test resistance nya sampai 4 kali. Keberhasilan test yang ke 4 biasanya kurang besar peluangnya dibanding test ke 3, 5 atau 7. Walaupun saat ini harga emas sudah berada di sekitar resistancenya saya agak ragu, resistance ini bisa ditembus tanpa turun dulu tanpa membuat ancang-ancang. Tetapi kalau dalam 2 minggu kedepan harga masih bertahan di level $ 440/oz, maka pelaku pasar akan terbiasa dengan harga itu dan peluang naik dan marching ke $ 500 semakin besar, tanpa harus turun dulu.
Saya semakin yakin pada US$ 500/oz di akhir tahun atau 1Q2005, pada saat emas menembus level resistance Euro 350/oz. Saat ini gerakan emas sudah tidak terkait oleh gerakan penguatan/pelemahan US$ terhadap Euro dan basket currencies. Setelah emas menembus Euro 350/oz, kepercayaan semakin kuat. Sekarang emas ada di sekitar Euro 360/oz.
Emas vs Rupiah, seperti uang sejati vs uang palsu. Di awal tahun harga emas dikisaran Rp 115,000/gr, minggu lalu sempat mencapai level Rp 147,000. Rupiah terpuruk, dan masih akan terpuruk lagi. Emas Fans Club mulai bermunculan di Indonesia. Nilainya kokoh dan liquiditasnya tinggi.
Harga perak – dirham - juga mengikuti pola yang sama dengan harga emas (Chart-9A dan 9B). Potensi kenaikan harga emas/perak – uang sejati kelevel yang pernah saya sebutkan dulu US$ 1500 an didukung lagi oleh rasio harga minyak terhadap harga emas (Chart 10).
Wei Ji, Krisis dan Kesempatan
Seperti ungkanapan Cina wei ji, di dalam krisis selalu ada opportunity, kita bisa lihat beberapa opportunity yang bisa diambil dari krisis yang akan datang. Saya, akan melakukan diversifikasi asset saya ke beberapa tempat. Yang akan diceritakan sekarang, hanya sebagian saja. Sebagian lagi akan diceritakan dalam artikel berikutnya.
Asset yang ada dalam portfolio pertama adalah emas. Emas pada hakekatnya uang sejati. Sehingga akan tahan terhadap pengutilan para politikus lewat kebijakan inflationary nya. Andai kata yang terjadi deflasi, dalam kasus the great depression 1930an, deflasi, emas tahan terhadap deflasi. Pada masa itu emas naik dari $20/oz ke $35/oz. Saya akan letakkan porsi yang agak besar di emas.
Tempat yang kedua adalah dollar New Zealand - kiwi. Saya harapkan kiwi akan diuntungkan dari soft-commodity boom, karena basisnya adalah komoditi makanan. Rasinalnya ialah, kalau kenaikan kebutuhan minyak 8% di Cina membuat harga minyak terbang, kalau kenaikan permintaan Cina atas baja, tembaga dan logam dasar antara 5%-8% bisa membuat harganya naik 300% dalam 3-4 tahun terakhir ini, maka kenaikan permintaan pangan di Cina akan memicu terbangnya harga komoditi makanan.
Berikutnya adalah ringgit Malaysia. Harga ringgit masih murah dibandingkan rupiah, paling sedikit 20%. Harga-harga di Kuala Lumpur masih lebih murah dibandingkan di Jakarta. Saya berharap bank sentral Malaysia akan menaikkan suku bunganya untuk menahan overheated di sektor properti. Dengan cadangan devisa sebesar US$ 35 milyar, untuk ukuran ekonomi Malaysia, cadangan ini cukup kuat menahan krisis.
Berikutnya dollar Singapura – Singy. Posisi Singy agak unik. Singy didukung oleh Brunei. Gabungan antara ekonomi berbasis komoditi (Brunei) dengan ekonomi berbasis jasa perdagangan membuat Singy diharapkan mampu bertahan terhadap krisis. Apalagi saat ini harga minyak menguat. Di samping itu pemerintah Singapura sangat ketat dalam kebijakan fiskalnya. Tabungan penduduknya tinggi.
Sedangkan untuk rupiah, akan saya short. Ekonomi Indonesia berbasis subsidi, import, konsumsi dan korupsi. Type ekonomi semacam ini rentan terhadap krisis. Krisis minyak mempunyai effek domino, yang saat ini belum selesai. Pukulan yang terburuk belum datang. Kenaikan harga BBM mengakibatkan kenaikan harga barang karena faktor transportasi dan ongkos produksi. Kelangkaan BBM mengakibatkan berhentinya sektor-sektor ekonomi lain. Dan...., renungkan kalau harga bahan pangan naik sampai 300% (dalam arti riil, dalam mata uang dollar misalnya), dan harga rupiah merosot, suku bunga pinjaman naik, kredit macet dimana-mana, maka sempurnalah yang telak itu.
Untuk sementara posisi-posisi mempunyai peluang yang diceritakan berlaku untuk 12-24 bulan kedepan. Untuk analisa berikutnya, kita akan membahas mengenai badai krisis akibat gejolak bahan-bahan komoditi.
Sambungan berikutnya:
Saya ajak anda duduk untuk merenungkan apa yang akan terjadi kalau harga bensin Rp 5000/ltr, diesel Rp 5000/ltr atau Rp 8000/ltr. Rupiah ambrol ke Rp 12,000/US$. Konsekwensi logisnya ialah: bensin, minyak diesel dan minyak tanah menjadi langka. Tarif listrik naik atau banyak pemadaman. Nelayan tidak bisa melaut. Banyak sektor produktif tersendat-sendat. Pertambangan juga tersandung karena kekurangan minyak diesel. Rekan KSC kita – Mang DB, sudah bilang ke saya tentang kelangkaan minyak diesel yang menghambat opersi pertambangan batu-bara klien nya!!!
Nasib Ibu Pertiwi tidak sampai disitu saja. Bayangkan kalau harga beras, kedele, gandum, jagung, gula dan bahan pangan lainnya naik 300% dalam mata uang US$. Ibu Pertiwi adalah importir beras, jagung, kedele, gula. Konsekwensi logisnya ialah harga tempe, tahu, teh botol Sosro, ayam, kambing, sapi......., sederet lagi akan melambung ke langit.
Renungkan kejadian berikutnya........., sambil bersenandung:
Ku lihat Ibu Pertiwi
Sakaw setengah mati
Sakaw tak dapat subsidi
Kiwi emas uang sejati
Ibu pertiwi yang sedang sakaw berjalan ditepi jurang. Akankah dia terperosok? Itulah yang akan kita diskusikan di artikel berikutnya. Jangan stress dulu. Ingat Wei-Ji.
Bersambung...., sampai jumpa, insha Allah.
Aug. 27, 2005.
PDF filenya lengkap dengan grafik bisa di down-load di:
http://www.klubsaham.com/index.php?name=PNphpBB2&file=viewtopic&p=110783#110783
Tetapi harus tunggu Admin menambah quota attachement saya. Sorry
|
 |
 |
| Wei Ji – Krisis dan Kesempatan I | Log-in or register a new user account | 0 Comments |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
|
 |