User  Password   Remember me   REGISTRASI (GRATIS)
Sep 06, 2010 - 10:10 PM
MAIN MENU

Who's Online
There are 57 unlogged users and 85 registered users online.

You can log-in or register for a user account here.

Selamat Tinggal Ayam 2005 dan Selamat Datang Anjing 2006 (III)
Posted by: Imam_semar on Dec 30, 2005 - 10:14 AM
Analisa Dunia di Tahun 2006

Imam Semar
Pengamat Ekonomi dan Pelaku Pasar, KlubSaham.Com

Tahun 2006 adalah tahun anjing api menurut penanggalan Cina. Anjing adalah binatang sosial, hidup dalam satu kelompok. Setiap anggota mempunyai tingkatan pecking order. Ada yang agressif seperti pitbull atau alfa-doberman, alfa-rotweiller atau anjing-anjing kecil yang cepat nervous dan galak. Kata alfa menunjukkan posisi atas pada pecking order. Ada yang bersahabat seperti retriever karena posisinya dalam pecking order teletak di bawah. Menurut bola kristal Imam Semar, tahun ini adalah tahun anjing api type dominan dilahirkan dari induk yang sangat kuat dan berbahaya yaitu para sentral banker. Ketika lahir tidak terlalu berbahaya. Bersama waktu dia akan tumbuh, berusaha berkuasa dan galak. Tidak heran kalau penanggalan Cina menyebutnya anjing api. Tahun 2006 juga tahun manusia srigala (werewolf) menurut bola kristal Imam Semar. Oleh sebab itu untuk menhadapinya harus disiapkan peluru-peluru perak. Siapa yang mempunyai dan menguasai peluru perak di tahun 2006 maka dia akan berjaya melewati tahun 2006 itu. Saya katakan menguasai, ini berarti anda tidak menitipkan perak-perak yang anda miliki ke atau dan tidak membolehkan bank untuk meminjamkan ke orang lain. Khusus mengenai hal ini akan saya jelaskan di artikel berikutnya yang akan di beri judul “Romancing the Metal”.

Cukup sudah ungkapan-ungkapan perumpamaan. Sekarang kita gunakan kata-kata yang bisa dimengerti orang waras.

Amerika Serikat di Tahun 2006
Ekonomi Amerika beberapa tahun ini berhasil mempermalukan ramalan-ramalan bearish, doom & gloom. Ramalan ini adalah bencana ekonomi yang dipicu oleh menurunnya tingkat konsumsi di US kemudian menjalar ke sektor produksi dan sektor-sektor ekonomi lainnya. Dengan defisit anggaran negara yang lebih dari 3% GDP dan defisit berjalan 6% GDP, jumlah hutang (swasta, pemerintah dan perorangan) 400% GDP, hutang pemerintah 60% GDP, saat setiap ekonom waras akan meramalkan adanya bencana ekonomi di US ini. Trend ini sidah berlangsung beberapa tahun, tetapi bencana ekonomi yang diramalkan itu tidak pernah terjadi, paling tidak sampai saat ini. Tiga tahun lalu, terapi suku bunga rendah, kredit murah dan pemotongan/pengembalian pajak banyak menolong. Ternyata kredit murah memicu bubble di sektor properti. Kenaikan harga rumah, dimanfaatkan untuk mengambil kredit lagi (refinancing) yang akhirnya digunakan untuk konsumsi. Itulah yang membuat tingkat konsumsi di US tidak mengalami penurunan. Apakah hal ini bisa berlangsung terus sampai tahun 2006? Saya meragukan. Kenaikan harga minyak dan harga barang konsumen di US akan terasa gigitannya oleh para konsumen US. Kecuali kalau ada sumber dana baru yang bisa dipakai, maka dengan peluangnya 90% konsumen US akan mengurangi belanja mereka.

The Fed 90% chance akan melanjutkan peningkatan suku bunganya sampai 4.5%. Tetapi untuk selanjutnya, the Fed akan nervous melihat ekonomi mulai melambat. Hanya ada 50% chance untuk sampai 5% dan hanya 10% chance untuk sampai di atas 5.5%. Saat ini perbedaan yield pinjaman jangka panjang 10 yr Treasury Bond dan 3 months treasury note semakin menyempit. Investor jangka panjang mengantisipasi akan adanya penurunan suku bunga the Fed. Dengan kata lain banyak investor memasang kuda-kuda dengan gaya silat portfolio menghadapi resesi di masa depan. Andaikata hal ini terus berlangsung sampai kwartal ke II 2006, dan yield 10 yr bond lebih rendah dari pada note 3 tahun atau 3 bulan, maka kemungkinan bersar terjadi resesi. The Fed akan menerapkan easy money atau inflationary policy dengan menurunkan suku bunganya kembali. Dan ini akan melambungkan inflasi riil. Bubble akan terjadi lagi. Untuk bubble yang akan datang, saya akan bertaruh di metal dan logam mulia.

Kemungkinan besar (90% chance), ekonomi US masih okey sampai kwartal II 2006. Sektor konstruksi yang semula dimotori oleh booming di sektor properti sekarang digantikan oleh pembangunan kembali kerusakan yang ditinggalkan badai Katrina dan Rita. Tetapi dengan suku bunga pinjaman cicilan rumah di US mencapai 6% dan lebih tinggi, hutang konsumen juga tinggi dan tidak adanya tabungan, juga bursa saham yang tidak kemana-mana, harga minyak (otomatis listrik) dan kantong konsumen yang sudah kosong, maka konsumen hanya bisa melakukan pengiritan. Bahkan kalau pembangunan kembali kerusakan yang ditinggalkan Katrina selesai, maka pelan-pelan tingkat pengangguran akan naik.

US dollar, menurut bola kristal saya, akan kembali ke masa sekular bear. Saat ini US dollar sudah sangat overbought. US dollar akan jatuh kembali mengikuti jalur yang dilalui sejak tahun 2001-2004. Yen punya peluang (90%) menembus kebawah ¥100/US$ di akhir tahun 2006 atau di pertengahan 2007. Ini membuat harga-harga (dalam US$) naik. Scenario ini sejalan dengan asumsi/prediksi bahwa konsumsi di US akan melemah. Oleh sebab itu Ben – Helicopter Money – berpeluang untuk mempraktekan teori helicopter money nya di akhir tahun 2006 atau pertengahan 2007. Apakah ini juga berarti emas dan perak akan rally?

Cina di Tahun 2006
Pemerintah Cina nampaknya sudah sadar bahwa mereka tidak bisa menggantungkan ekonomi mereka pada import ke US. Pemerintah Cina secara perlahan-lahan sudah mencoba mengerem ekonomi Cina. Dilema yang dihadapi pemerintah Cina untuk menyediakan lapangan kerja bagi penduduknya yang berjumlah dalam bilangan milyar bukan hal yang tidak menimbulkan dampak sampingan yang serius yaitu overcapacity, mal-investment dan non performing loan di bank-bank BUMN mereka. Pembangunan yang selama ini difokuskan di daerah pantai, membuat ketimpangan dengan daerah pedalaman. Saya di awal tahun 2005 ini lalu berkunjung ke Cina, melihat banyak apartment yang masih kosong (sama seperti ruko-ruko di daerah Bumi Serpong Damai, Tangerang). Kemiskinan di daerah pedesaan masih nampak. Beberapa laporan yang saya baca menunjukkan ada peningkatan stok barang-barang jadi manufaktur. Artinya banyak barang-barang perabot rumah (kulkas, AC, TV, kompor, dsb) tidak bisa terjual di pasar lokal atau diekspor sehingga stoknya meningkat. Tidak mengherankan kalau tingkat inflasi (harga barang jadi) relatif kecil. Volkwagen (mobil sejuta umat di Cina, dari mulai model Golf, Rabbit, Bora, Santana, dll ada disana) yang pada awal membuat debut yang hebat dan menangguk untung yang besar di Cina, tahun 2005 ini mulai berjuang lebih keras untuk bisa bertahan di tahun-tahun mendatang. Tahun ini produksi otomotif di Cina naik 50%, tetapi salesnya mengalami perlambatan. Stok naik. Bisa dibanyangkan apa yang akan terjadi di tahun 2006. Tetapi saya juga tidak heran kalau terjadi surprise, karena Cina adalah tanah yang penuh kontradiksi.

Dii tahun 2005, neraca perdagangan Cina dengan US mengalami rekord surplus tertinggi dalam sejarah, kurang lebih $ 100 milyar. Jelas bahwa kalau terjadi penurunan konsumsi di US maka Cina akan mengalami pukulan pada ekspornya yang berarti pasar bagi produk manufakturingnya. Tetapi kalau ekspektasi kita meleset, saya tidak heran, karena Cina adalah tanah yang penuh kontradiksi.

Sudah jelas bahwa Cina akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Arah ekonomi nampaknya akan difokuskan ke pembangunan daerah. Memang inflasi yang rendah terjadi pada harga barang manufaktur, tetapi di sektor komoditi dan pangan sudah meningkat. Minyak, gula, kedelai, sudah naik karena kenaikan harga pupuk. Andaikata pedesaan tidak dibenahi maka kemiskinan di sektor pedesaan akan meningkat. Pelajaran dari sejarah Cina bahwa petani bisa menumbangkan pemerintahan. Pembangunan infra-struktur akan agressif. Dari scenario ini saya melihat bahwa harga minyak dan semen kemungkinan masih bertahan kuat dalam 2-3 tahun mendatang.

Jauh-jauh hari Cina juga sadar bahwa memegang US$ dari surplus perdagangannya bukan kebijakan yang bijaksana (kok ada kebijakan yang tidak bijaksana?). US dollar yang diperolehnya dari surplus perdagangannya digunakan untuk membeli aset-aset komoditi. Perusahaan minyak Cina CNOOC melakukan ekspansi di mana-mana, Sudan, Indonesia dan negara-negara lain serta mencoba membeli Unocal tetapi gagal dihambat parlemen US. Saat ini di Indonesia produksi CNOOC adalah yang ke 3 terbesar setelah Caltex dan Pertamina. Bank sentral Cina juga mulai mengganti cadangan devisanya dengan emas yang menjadi salah satu sebab naiknya harga emas di tahun 2005. Dan ini saya perkirakan hal ini akan berlanjut di tahun tahun mendatang. Mmmm... harga emas akan naik lagi.

India di Tahun 2006
Belakangan ini orang melirik ke India sebagai konsumen baru. Kelas menengah di India bertambah dengan cepat sejalan dengan meningkatan ekonomi beberapa tahun belakangan ini. Pola konsumsi mengalami pergeseran. Tingkat kemakmuran di India yang dimotori kelas menengah India punya andil dalam bull market di sektor minyak dan emas/logam mulia. India membuat advertensi di CNBC tentang pembangunan jaringan listriknya. Ini juga menunjukkan adanya pembangunan yang aggresif di India. Banyak yang berharap bahwa meningkatan konsumsi di India bisa menstimulasi, paling tidak mengimbangi perlambatan di bagian dunia yang lain terutama untuk tembaga, minyak dan barang komoditi dasar. Saya juga berharap bahwa emas yang merupakan simbol kemakmuran (kekayaan) akan naik demandnya karena kebutuhan di India naik. Tahun 2006 ini India akan menjadi kuda hitam.

Jepang Dead Cat Bounce
Index Nikkei menembus 16,000! Terjadi transaksi pembelian properti di daerah termahal di Tokyo. Bank of Japan menaikkan suku bunga karena deflasi sudah berlalu. Itu berita-berita yang kita dengar di tahun 2005.

Benar bahwa non performing loan di Jepang saat ini hanya 50% dari apa yang ada tahun 2001. Tetapi terus terang saya meragukan bahwa ekonomi Jepang mengalami kebangkitan. Kuncinya ada pada demografinya. Masyarakat Jepang adalah masyarakat kaya yang menua karena sejak lama keluarga Jepang menganut kultur sedikit anak. Makin lama makin banyak orang tua dari pada yang muda. Jumlah orang yang menua tidak cukup digantikan yang muda. Dan orang tua yang kaya tidak mau macam-macam. Dengan demografi seperti Jepang, anak tidak perlu membeli rumah baru, cukup warisan orang tuanya. Tidak ada yang bisa diharapkan dari kenaikan tingkat konsumsi di Jepang. Orang Jepang hanya bekerja dan menabung untuk hari tuanya. Demografi Jepang mencapai puncak paling produktif dan konsumtifnya pada tahun 80an. Dan itu dibarengi oleh bubble saham dan properti di Jepang. Kejatuhan Nikkei di awal dekade 90an membuat penduduk Jepang jera terhadap bursa saham. Di samping itu saham dan properti bukan bagian kultur orang Jepang untuk menyimpan tabungan hari tuanya. Sebagian besar orang Jepang memegang bond dan menabung di bank untuk memperoleh bunga. Sangat konservatif. Dan...., jangan heran kalau melihat statistik bahwa tingkat belanja konsumen di Japang turun. Dead cat bounce.

Untuk bursa Nikkei, perusahaan-perusahaan Jepang hanya bisa berkembang kalau ekspansi keluar. Akan tetapi, Korea dan Cina nampaknya menghadang untuk sektor manufakturing automobile dan elektronik. Sedang untuk barang modal, Jerman menjadi saingannya. Barang-barang Jepang tidak mudah menembus pangsa pasar dunia tanpa ada saingannya. Yang pasti tenaga kerjanya lebih mahal. Bayangkan mobil 1000 cc QQ buatan Cina bisa dijual dengan harga 28 ribu ringgit Malaysia. Itu sudah kena pajak import mobil yang tinggi. Mungkin di Indonesia bisa 50-60 juta per unit. Apa dimasa datang bukan menjadi saingan mobil Jepang? Nama Jepang sebagai negara matahari terbit, sudah ganti menjadi negara matahari terbenam!!

Untuk masuk ke bursa Nikkei, perlu hati-hati. Saya pikir rally tahun 2005 ini hanya dead cat bounce.

Eropa di Tahun 2006
Eropa adalah the land of budget deficit. Portugis -5% dari GDP, Italy -4.1% dari GDP, Yunani -3.8%, Prancis -3.5%, Jerman -3.4%, Inggris -2.8%. Apa yang bisa diharapkan dari tanah defisit? Disamping itu juga penduduk Eropa termasuk gemar menabung dan sangat perhitungan dalam pengeluaran. Apalagi bubble properti dan realestate sudah mengempis di Inggris, Belanda, Irlandia. Orang akan merasa semakin miskin karena asset yang dimilikinya turun nilainya/harganya. Ini akan memicu saving dan menekan spending. Good luck!! Perusahaan-perusahaan disana punya liability yang harus ditanggung untuk pensiun dan kesehatan pegawai-pegawainya. Tidak banyak pilihan untuk saham di Eropa. Gersang. Good luck!! Hanya luck yang bisa membuat investment disana berhasil.

Indonesia di Tahun 2006
Akan bahas tentang Indonesia dalam seri berikutnya.


Jakarta 27 Januari 2005.
Selamat Tinggal Ayam 2005 dan Selamat Datang Anjing 2006 (III) | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.
Copyright © KlubSaham.Com 2003

Seluruh isi klubsaham.com dilindungi oleh Undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi, mengambil seluruh maupun sebagian dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari KlubSaham.Com.

This document is based on information obtained from sources which we believe to be reliable but we do not represent that it is accurate or complete. Neither the information nor the opinion expressed herein constitutes, or is to be construed as an offer or the solicitation of an offer to sell or buy securities referred to herein. Opinions and estimates constitute our judgment at the date of the document and may change without notice.